Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan (MPEL) dan Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) mendorong pemerintah untuk menggunakan teknologi nuklir untuk pembangkit listrik.
Kekhawatiran adanya jatuhnya korban seperti musibah Chernobyl dan Fukushima juga kurang beralasan.
Meskipun jatuh korban jumlahnya tidak seperti yang diinformasikan di media internet.
"Kalau googling kita akan peroleh jumlah korban yang beragam dan besar. Jumlah itu tidak bisa dipertanggungjawabnya persisnya. Kalau kecelakaan nuklir, sumber dari PBB yang harus dipercaya," kata Ketua Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia Dr. Ir. Arnold Soetrisnanto di Jakarta, Senin (27/4/2015).
Dikatakannya, memang jatuh korban jiwa namun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan korban yang dikabarkan.
"Lebih banyak korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas dibandingkan kejadian nuklir," katanya.
MPEL dan HIMNI mendesak pemerintah menggunakan tenaga nuklir sebagai pembangkit listrik.


